skip to main | skip to sidebar

risnasari

  • Entries (RSS)
  • Comments (RSS)
  • Home
  • About Us
  • Archives
  • Contact Us

Sabtu, 27 April 2013

makalah bahsul kutub

Diposting oleh Unknown di 06.43
dampak berdakwah diera globalisasi

BAB  I
PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG MASALAH
Era globalisasi seakan tidak bisa dibendung lajunya memasuki setiap sudut Negara dan sebuah keniscayaan pergaulan dunia. Era ini menghendaki setiap sudut Negara beserta individunya harus mampu bersaing satu sama lain baik antar Negara maupun antar individu.
Pergulatan pemikiran di lembaga dakwah adalah hal biasa. Konteks sosial dan politik serta perubahan di sekeliling gerakan dakwah itu sering mewarnai berbagai pandangan yang muncul. Oleh karena itu, sebuah pemikiran seyogyanya bisa ditempatkan dalam horison yang lebih luas supaya bisa menempatkannya dalam kerangka dinamika dakwah umat Islam di muka bumi. Jika kajian gerakan itu ditarik ke arah yang lebih sempit dan terisolasi dari ruang sejarah yang bermunculan di sekitarnya, sulit bisa melahirkan sebuah gerakan yang kontekstual. Dengan kata lain, gerakan dakwah itu tidak lepas dari determinasi waktu. Namun demikian nilai-nilai sebuah gerakan karena sosialisasi yang luas dan terbuka mungkin muncul pada waktu dan tempat yang berbeda. Oleh karena itu untuk melihat sebuah gerakan dan aksi pemikiran yang merupakan aktualisasi dari tafsiran sebuah nilai normatif perlu dilihat pula perjalanan sejarah gerakan yang mengangkat Islam di muka bumi. Pemihakan yang berlebihan terhadap sebuah gerakan yang tidak lepas dari kontinum waktu akan menyebabkan mandeknya berpikir dan pengkultusan sehingga suatu saat tidak tahan lagi terhadap arus perubahan zaman.
Makalah ini akan meninjau secara singkat, pada bagian pertama, tentang kronologis gerakan kebangkitan Islam yang berusaha untuk mengangkat kembali nilai-nilai luhur Islam dalam tataran praktis di suatu wilayah dan waktu tertentu. Untuk melengkapi tinjauan itu akan diulas pula contoh-contoh aliran pemikiran yang hidup dalam berbagai gerakan dakwah.
B.     PEMBATASAN MASALAH

Pembatasan masalah digunakan untuk membatasi masalah yang akan dibahas. Dalam penelitian ini, masalah dibatasi pada pengertian dakwah dan  globalisasi, tantangan dakwah diera globalisasi, metode dakwah diera globalisasi, dan dampak negatifnya.

C.    PERUMUSAN MASALAH
Dalam makalah ini terdapat beberapa penjabaran materi dari latar belakang diatas. Diantaranya yaitu:
1.Bagaimana pengertian dakwah dan  globalisasi ?
2.Bagaimana tantangan dakwah diera globalisasi?
3.Bagaimana metode dakwah diera globalisasi?
4.Bagaimana dampak negatifnya.?

D.    TUJUAN
Tujuan penulisan makalah ini adalah :
1.Untuk mengetahui pengertian dakwah dan  globalisasi.
2.Untuk mengetahui tantangan dakwah diera globalisasi
3.Untuk mengetahui metode dakwah diera globalisasi
4.Untuk mengetahui dampak negatifnya.





BAB II
PEMBAHASAN
A.  PENGERTIAN
Pengertian dakwah menurut etimologi berarti mengajak, menyeru, memanggil. Sedangkan menurut terminologi



“mengajak manusia kepada kebajikan, memerintah kepada yang baik dan melarang pada yang tidak baik atau mungkar untuk memperoleh  kebahagiaan dunia akhirat.

Menurut hamzah ya’kub dakwah adalah mengajak manusia dengan hikmah dan bijaksana untuk mengikuti petunjuk allah dan rasulnya.
           Sedangkan istilah globalisasi yakni berasal dari kata global berarti “secara umum dan keseluruhan, secara garis besar, bersangkut paut, mengenai, meliputi seluruh duniak, dengan demikian globalisasi / global berhubungan dengan efek tertentu.
           Globalisasi merupakan sebuah keniscayaan dalm setiap zaman, tak ada sejengkal dalam sebuah kehidupan yang tak ditemapati dan dipengaruhi oleh sebuah globe. Lodge (1991) mendefinisikan globalisasi sebagai proses yang menempatkan masyarakat dunia bisa menjangkau satu dengan yang lain atau saling terhubungkan dalam semua aspek kehidupan mereka, baik dalam budaya, ekonomi, politik, teknologi maupun lingkungan.

B.  TANTANGAN DAKWAH DIERA GLOBALISASI
           Ketika masyarakat memasuki era globalisasi dengan dukungan ilmu pengetahuan dan teknologi. Tantangan yang dihadapi semakin rumit. Tantangan tersebut tidak mengenal ruang batas, waktu dan lapisan masyarakat, melainkan keseluruh sector kehidupan dan hajat hidup  manusiatermasuk agama. Meskipun diakui sisi kemajuan IPTEK menciptakan fasilitas yang member peluang bagi pengembangan dakwah  namun, antara tantangan dan peluang dakwah dewasa ini, segalanya tidak berimbamg. Dapat dilihat dari minimal dan tiga perspektif . yaitu:
1.      Perspektif prilaku (behaviouristik perspektive) salah satu tujuan dakwah adalah  terjadinya perubahan prilaku (behavior chang) pada masyarakat yang menjadi obyek dakwah kepada situasi yang lebih baik. Tampaknya, sikap dan prilaku masyarakat dewasa ini hamper dapat dipastikan lebih banyak dipengaruhi oleh keadaan sekitarnya.
2.      Perspektif transmisi (transmisional perspective) dakwah dapat dikatakan sebagai proses penyampain atau transmisi  ajaran agama islam dari da’i sebagai sumber kepada mad’u sebagai penerima ketika ajaran agama ditranmisikan kepada masyarakat yang menjadi objek.
3.      Perspektif interaksi, ketika dakwah dilihat sebagai bentuk komunikasi yang khas (komunikasi islam)  maka dengan sendirinya interaksi social akan terjadi, dan didalamnya terbentuk norma-norma tertentu sesuai pesan-pesan dakwah. Tantangannya adalah bahwa pada saat yang sama masyarakat yang menjadi objek dakwah pasti berinteraksi dengan pihak-pihak lain atau masyarakat sekitar yang belum tentu membawa pesan yang baik, bahkan mungkin sebaliknya.

C.  METODE DAKWAH DIERA GLOBALISASI
           Untuk mengantisipasi trend masyarakat modern harus dapat mempersiapkan materi-materi dakwah yang lebih mengarah pada antisipasi kecenderungan masyarakat. Oleh karena itu, maka seluruh komponen dan segenap aspek yang menentukan atas keberhasilan dakwah harus ditata secara professional dan disesuaikan dengan kondisi mad’u agar dapat menghasilkan kemasan dakwah yang benar-benar mampu memperbaiki dan maningkatkan semangat dan kesadaran yang tulus dalam mengaktualisasikan nilai-nilai ajaran Islam.
           Ada empat hal penting yang harus diorganisir oleh da’i  dalam memfilter trend masyarakat global yang negatif seiring dengan perkembangan dan trend masyarakat dunia serta masalah manusia yang semakin kompleks, yaitu;
1.  Perlu adanya konsep dan strategi dakwah yang tepat untuk membentuk ketahanan diri dan keluarga melalui pengefektifan fungsi nilai-nilai agama, karena dengan dasar agama yang  kuat dapat dijadikan filter pertama dan utama untuk menghadapi berbagai trend budaya yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Islam,
 2.  Mempertahankan nilai-nilai budaya luhur yang dapat melestarikan tradisi positif yang pada dasarnya tidak bertentangan dengan paham dan ajaran agama (Islam) yang menanamkan nilai-nilai baik dan suci
3.  Perlu dukungan dan keikutsertakan semua lapisan masyarakat untuk menciptakan dan memiliki komitmen yang sama dalam melihat seberapa bergunanya nilai-nilai baru itu untuk sebuah komunitas dan kemajuan masyarakat, dan 4) Kesiapan dan kematangan intelektual serta emosional setiap penerima message baru, apakah hal tersebut memang akan mendatangkan manfaat plus bagi diri dan lingkungannya.
Dalam rangka keberhasilan dakwah di era global, maka diperlukan da’i yang memiliki profil berikut ini, yaitu: memiliki komitmen tauhid, istiqamah dan jujur, memiliki visi yang jelas, memiliki wawasan keislaman, memiliki kemampuan memadukan antara dakwah bi al-lisan dengan dakwah bi al-hal, sesuai kata dengan perbuatan, berdiri di atas semua paham dan aliran, berpikir strategis, memiliki kemampuan analisis interdisipliner, sanggup berbicara sesuai dengan kemampuan masyarakat.

D.  DAMPAK NEGATIF
Ada beberapa dampak negatif globalisasi yang digulirkan oleh dunia Barat yang rawan mempengaruhi kehidupan seorang muslim, dan sekaligus menjadi tantangan dakwah di era globalisasi, yaitu:
Pertama, adalah kecenderungan maddiyyah (materialisme) yang selalu kuat pada zaman sekarang ini.
Kedua, adanya proses atomisasi, individualistis. Kehidupan kolektif, kebersamaan, gotong royong, telah diganti dengan semangat individualisme yang kuat.
 Ketiga, sekulerisme yang senantiasa memisahkan kehidupan agama dengan urusan masyarakat, karena agama dinilai hanya persoalan privat antar individu semata.
keempat, munculnya relativitas norma-norma etika, moral, dan akhlak. Sehingga dalam suatu konteks masyarakat yang dianggap tabu bisa saja dalam konteks masyarakat yang lain dianggap boleh. Orang orang yang demikian kata Ali Syari'ati sebagaimana yang dikutip oleh Ari Ginanjar Agustian mengatakan bahwa bahaya yang paling besar yang dihadapi oleh umat manusia zaman sekarang ini  bukanlah ledakan bom atom, tetapi perubahan fitrah. Unsur kemanusiaan dalam dirinya sedang mengalami kehancuran sedemikian cepat, inilah mesin-mesin berbentuk manusia yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan dan kehendak alam yang fitrah.
Dampak globalisasi dalam dunia dakwah sangat dirasakan dampaknya. Banyak kasus yang muncul, misalnya pergaulan bebas yang juga muncul adalah dampak negatif dari nilai-nilai di atas. Persoalan miras, narkoba, dan lain-lain, dikarenakan sebuah pemujaan terhadap kebebasan pribadi yang tidak lagi mengindahkan nilai-nilai agama. Sehingga dampaknya ternyata bukan hanya menimpa dirinya sendiri, tetapi juga terhadap masyarakat dan siswa yang lain. Oleh karena itu, nilai-nilai negatif tersebut haruslah dinetralisir dengan nilai-nilai luhur ajaran Islam yang sangat menekankan keseimbangan kehidupan.
Sikap seorang muslim dalam menghadapi kehidupan adalah dengan tetap istiqamah dalam hidayah Allah swt. untuk menjalankan kenikmatan agama Islam secara kaffah, bukan malah menggantinya dengan kekufuran yang akan menyebabkan kerugian dirinya sendiri. Allah swt berfirman dalam QS. Ibrahim (14): 28-29:
Terjemahnya:                                     
Tidakkah kamu memperhatikan orang-orang yang telah menukar nikmat Allah dengan ingkar kepada Allah dan menjatuhkan kaumnya ke lembah kebinasaan? yaitu neraka Jahannam; mereka masuk ke dalamnya dan itulah seburuk-buruk tempat kediaman (Departemen Agama RI, 2006: 259).
Islam menghendaki apapun nilai-nilai, sistem kebudayaan, dan rekayasa peradaban yang dilakukan oleh manusia, tidak menyimpang dari tuntunan al-Qur'an. Karena dalam Islam, kehidupan di dunia hanyalah sementara dan fana yang seharusnya tidak ditukar dengan kehidupan akhirat yang kekal abadi sebagai tempat tujuan terakhir manusia, dengan pilihan surga atau neraka.  

BAB III
PENUTUP

A.    KESIMPULAN

1.      Globalisasi telah menjadi lokimitif perubahan tata dunia dengan konsekuensi akan menarik gerbong-gerbongnya yang berisi budaya. Pemikiran maupun materi. Hal ini membawa konsekwensi yang besar terhadap pergeseran tata nilai dalam masyarakat bahkan termasuk agama. Oleh karena itu dakwah islamiyah diharapkan dapat menyaring dampak negative tersebut.
2.      Globalisasi sebagai sebuah trend dunia setidaknya terjadi dalam tiga ranah, yaitu: globalisasi politik, globalisasi ekonomi, dan globalisasi sosial budaya.
3.       Metode dakwah di era globalisasi dikelompokkan menjadi 3 bagian besar, yaitu: dakwah bi al-kitabah yaitu berupa buku, majalah, surat, surat kabar, spanduk, pamplet, lukisan-lukisan dan sebagainya. Dakwah bi al-lisan, meliputi ceramah, seminar, symposium, diskusi, khutbah, saresehan, brain storming, obrolan, dan sebagainya. Dakwah bi al-hal, yaitu berupa prilaku yang sopan sesuai dengan ajaran Islam, memelihara lingkungan, dan lain sebagainya.

B.     SARAN
Jika kita belajar dari perjalanan umat lebih arif  lagi, ternyata salah satu dari sekian butir hikmah yang muncul adalah bahwa dalam perjalanan dakwah, umat selalu diingatkan kepada nilai-nilai dasar dan aktualisinya dalam kehidupan masyarakat.
Di sinilah sikap dewasa dan bijaksana itu diminta kepada para pimpinan umat yang menduduki posisi penting dan membawa aspirasi umat.Dalam era globalisasi seperti sekarang, arus pengetahuan, informasi, modal dan teknologi hilir mudik dengan cepat dari satu kawasan ke kawasan lain, dari satu negeri ke negeri lain. Sepertinya gerakan dakwah mendapat tantangan baru untuk merespon secara tepat tentang bagaimana arus global itu dihadapi dan ditanggapi. Namun tentu saja perlu diidentifikasi lebih dahulu apa yang baik dan buruk untuk terciptanya masyarakat yang penuh dahmat dan diridhai-Nya. Wallahu’alam.

DAFTAR PUSTAKA
Bachtiar, Wardi. 1997. Metodolog Penelitian Ilmu Dakwah. Jakarta: Logos Wacana Ilmu
Departemen Pendidikan Nasional. 2007. KBBI edisi-3. Jakarta: Balai Pustaka
Basyid, Abdul. 2006. Wacana Dakwah Kontemporer. Jakarta: Pustaka Pelajar


Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

0 komentar:

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)

Sponsored

  • banners
  • banners
  • banners
  • banners

Blog Archive

  • ▼  2013 (27)
    • ▼  April (27)
      • makalah Ilmu Komunikasi.
      • makalah sejarah dakwah
      • makalah psikologi
      • makalah hadist
      • makalah komunikasi
      • komunikasi kontemporer
      • makalah ilmu dakwah
      • makalah dakwah abbasiyah
      • makalah bahsul kutub
      • tugas PROSES PENERBITAN PERS (ngliput berita)--> (5)
      • makalah proses penerbitan pers(5)
      • makalah Sistem Informasi Manajemen Dakwah (5)
      • makalah kewirausahaan(5)
      • kewirausahaan (PROPOSAL KERJA) --> (5)
      • makalah hukum dan etika media massa (5)
      • makalah filsafat dakwah --> tantangan dakwah (5)
      • makalah filsafat dakwah - at-tiin (5)
      • makalah Hadist (5)
      • makalah tafsir (4)
      • makalah sosiologi (4)
      • makalah Rijalud Dakwah (4)
      • makalah logika (4)
      • makalah kewarganegaraan (4)
      • makalah filsafat umum (4)
      • makalah psikologi dakwah (3)
      • makalah ushul fiqh (3)
      • makalah tafsir (3)
  • ►  2012 (2)
    • ►  November (2)

Followers

 

© 2010 My Web Blog
designed by DT Website Templates | Bloggerized by Agus Ramadhani | Zoomtemplate.com