skip to main | skip to sidebar

risnasari

  • Entries (RSS)
  • Comments (RSS)
  • Home
  • About Us
  • Archives
  • Contact Us

Sabtu, 27 April 2013

komunikasi kontemporer

Diposting oleh Unknown di 06.48


KOMUNIKASI KONTEMPORER

BAB I
PENDAHULUAN

  1. Latar belakang masalah

Komunikasi adalah suatu hal terpenting dalam kegiatan dakwah. Karena dakwah mengutamakan pesan untuk menanamkan keyakinan,menumbuhkan sikap dan mendorong perilakumanusia,maka hubungan komunikasi dengan dakwah perlu di bahas dengan memperhatikan berbagai hal yang menjadi factor penentu. Dinamika perubahan masyarakat perlu mendapat perhatian dalam pembahasan mengenai “komunikasi dan persoalan dakwah kontemporer”. Hal ini di maksudkan agar pesan yang di sampaikan dalam dakwah dapat relevan dengan situasi yang selalu berkembang.
Dengan pembahasan materi ini,di harapkan agar Dakwah tidak hanya  dengan keadaan tulen, namun kegiatan dakwah berkembang sesuai dengan zaman yang menjadi suatu kegiatan profesi di bidang social keagamaan yang menuntut keahlian berdasarkan keilmuan, pengetahuan dan tekhnologi modern.

  1. Rumusan masalah
Dari latar belakang di atas, penulis mengambil pokok bahasan yaitu:
a.       Apa Pengertian dari komunikasi dan kontempoer
b.      Apa pengertian Komunikasi dalam kegiatan dakwah
c.       Hambatan-hambatan komunikasi









BAB II
LANDASAN TEORI

A.     Pengertian Komunikasi dan Dakwah Kontemporer
1.      Komunikasi secara etimologi dan terminologi
       Istilah komunikasi atau communication berasal dari bahasa latin, yaitu communication yang berarti berbagi atau menjadi milik bersama. Kata sifatnya communius yang bermakna umum atau bersama-sama dengan demikian komunikasi menurut lexicografer (Ahli kamus bahasa) menunjuk pada suatu upaya yang bertujuan berbagi untuk mencapai kebersamaan.
Komunikasi secara terminologis merujuk pada adanya proses penyampaian suatu pernyataan oleh seseorang kepada orang lain. Jadi dalam pengertian ini yang terlibat dalam komunikasi adalah manusia. Menurut Carl I. Havland komunikasi adalah suatu proses di mana seseorang memindahkan perangsang yang biasanya berupa lambang kata-kata untuk mengubah tingkah laku orang lain. Jadi dengan demikian komunikasi itu adalah persamaan pendapat dan untuk kepentingan itu maka orang harus mempengaruhi orang lain dahulu. Sebelum orang itu berpendapat, bersikap dan bertingkah laku yang sama dengan kita.
Menurut beberapa ahli komunikasi, secara ringkas dapat disimpulkan bahwa komunikasi adalah penyampaian informasi, gagasan, menyampaikan pengetahuan kepada pihak lain.
2.      Pengertian dakwah
Secara harfiah dakwah merupakan masdar dari fi’il ( kata kerja ) da’a, yad’u, da’watan yang berarti mengajak, meyeru, memanggil, dan mengundang. Dalam kajian ini, wacana dibatasi pada makna dakwah yang berkaitan dengan tugas nabi Muhammad sebagai da’i atau sahib al- dakwah.[1]
Dakwah merupakan penyiaran, penyeruan agama dan pengembangannya dikalangan masyarakat. [2]
3.      pengertian kontemper
Kontemporer merupakan waktu semasa,sewaktu atau masa kini.[3]
B.     Komunikasi dalam kegiatan dakwah
1.         Upaya terpenting dalam Dakwah

            Salah satu upaya terpenting dalam dakwah ialah komunikasi,yaitu suatu transfer (memindahkan) informasi dari seseorang kepada orang lain,baik perseorangan maupun kelompok sebagai suatu proses sosialsecara berhadapan langsung atau melalui suatu media. Boleh dikatakan seorang memejer yang memimpin lembaga dakwah atau seorang da’i dapat di kenel melelui apa yang mereka komunikasikan.semakin baik komunikasi yang di lakukan oleh seorang manajer dakwah atau seorang da’i sendiri semakin baik pula wujud pekerjaan dan hasil pekerjaan mereka.[4]
Kenyataaan  menunjukkan bahwa komunikasi dalam dakwah berkembang sangat cepat dantampil dalam berbagai ragam kegiatan social dan seni budaya,sehingga di pandang  dari sudut komunikasi fenomena tersebut sangat menarik untuk di adakan penelitian.
Pesan dakwah selain diwujudkan dalam bentuk kegiatan pembangunan (bilisanil hal) telah banyak juga dikomunoikasikan dalam berbagai pergelaran kesenian,seperti pembacaan puisi dan cerita pendek,drama,seni music dan seni suara, serta di wujudkan dalam bentuk beraneka ragam pertemuan dalam bentuk ceramah,diskusi dan lain-lain dengan menggunakan berbagai macam media komunikasi, seprti radio,televiai dan lain-lain.namun demikian komunikasi lisan dalam kegiatan dakwah tetap memegang peran paling penting.
Menurut sifatnya komunikasi lisan dapat bercorak;
a)      Pembicaraan pribadi.
Yaitu secara informal dengan anggota keluarga di rumah atau teman-teman di tempat umum.
b)      Pembicaraan semi pribadi.
Yaitu informal dalam kelompok kerja  atau formal dalam sidang pengadilan.
c)      Pembicaraan di depan umum.
Yaitu pembicaraan formal di perdengarkan kepada khalayak ramai.[5]

2.         Komunikasi Global
         Komunikasi global atau komunikasi internasional sebagai satu lapanga studi muncul pada abad ke-20, terutama setelah perang dunia edua dan measuki perang dingin.suasana yang menyebabkan tumbuhnya kajan komunikasi internasional,yaitu:
a.       Adanya konflik, perang dan penggunaan propaganda internasional.
b.      Perkembangan organisasi-organisasi dan diplomasi internasional.
c.       Penyebaran ideologi dan penggunaan komunikasi dan menyebarkan pesan-pesan ideologi.
d.      Perkembangan teknologi komunikasi yang semakin canggih.[6]

C.   Hambatan komunikasi dakwah
            Dalam komunikasi sering terjadi bahwa apa yang di sampaikan oleh pemberi pesan (da’i) tidak dapat di mengerti sepenuhnya oleh pihak penerima sebagaimana di klehendaki pemberi.empat macam hambatan yang mengganggu komunikasi, yaitu:
a.       Hambatan proses (process barries)
            Hambatan proses suatu komunikasi dapat terjadi karena beberapa sebab, berikut ini:
o   Pemberi informasi tidak mengemukakan pikiran karena takut akan dikritik
o   Selama perkuliahan berlangsung mahasiswa gagal untuk mengajukan pertanyaan, sehingga dosen ragu apakah para mahasiswa sudah memahami materi
b.      Hambatan fisik (physical barries)
     Kadang-kadang sarana fisik juga dapat menghambat komunikasi yang efektif. Contoh seorang pekerja yang memakai penutup telinga tidak mendengar teriakan  kebakaran
c.       Hambatan semantic (semantic barries)
Komunikasi hampir tidak dapat menghindarkan penggunaan kata-kata. Hambatan semantic (arti perkataan) biasanya timbul karena salah memahami atau mengartikan kata-kata yang dipergunakan.
d.      Hambatan psiko-sosial (psychosocial barries)
            Hambatan psikologis dan social mungkin yang paling banyak terjadi dalam komunikasi dibanding  dengan hambatan lainnya. Hal ini disebabkan karena masing-masing orang mempunyai perbedaan latar belakang, persepsi, nilai-nilai, kecenderungan, kebutuhan dan harapan yang berbeda-beda.[7]

D.   Kegiatan dakwah dan media komunikasi
                   Dakwah dan komunikasi  adalah dua hal yang tidak mungkin di pisahkan, karena seperti di singgung pada bagian terdahulu bahwa komunikasi di perlukan untuk melancarkan kegiatan dakwah.
            Komunikasi memang merupakan urusan yang komplek dalam arti factor saling kait mengkait dan salin bergantung, tetapi ia bukan suatu yang abstrak. Oleh karena itu perencanaan komunikasi dengan media yang digunakan merupakan dari kegiatan dakwah yang efektif dan efisien.
            Media komunikasi untuk berdakwah yang efektif dan efisien di masa kini ialah radio, televisi,dan film.karena media komunikasi ini dapat menjangkau sasaran yang sangat luas dalam tempo yang sangat singkat,meskipun dengan pembeayaan yang tidak sedikit dan perencanaan yang matang.
            Penyusunan progam siaran melalui media komunkasi (televise,radio dan film) harus di atur sangat cermat dengan menentukan prioritas sasaran yang akan di capai.apakah dakwah yang di siarkan di maksudkan untuk memperkokoh ketakwaan dan memperteguh keimanan atau untuk memperluas wawasan keagamaan yang menyangkut ibadah secara ritual (hablunminallah) atau mengenai hubungan kemasyarakatan yang menyangkut aspek social,budaya,ekonomi, dan politik (hablun minannas).[8]





BAB III
ANALISIS
         
Berbicara masalah komunikasi dan persoalan Dakwah kontemporer, maka tentu saja kita harus mengetehui pengertian serta bagaimana pengembangan masalah komunikasi,Dakwah, serta persoalan yang di bahas pada masa sekarang.
Metode dakwah yang di pakai pada masa dahulu adalah metode ceramah, sedangkan dengan perkembangan zaman sekarang, maka metode dakwah ini sudah  melalui media-media atau teknologi, seperti surat kabar,majalah, internet dan lain sebagainya.pada masa ini marak-maraknya penggunaan internet yang bagaimana seorang Da’I dapat menyampaikan maksud dan tujuannya kepada para Mad’u.
Dalam penyampaian pesan dari seorang Da’I (komunikator) kepada Mad’u (komunikan) terdapat hambatan-hambatan dalam berdakwah, di antaranya hambatan proses penyampaian pesan itu sendiri, hambatan fisik bagi seorang Da’I,kemudian hambatan semantic, yakni kesalah fahaman mengartikan dalam kata-kata seorang Da’I oleh para Mad’u, dan yang terakhir adalah hambatan psiko-sosial yaitu perbedaan latar belakang bagi para Mad’u sehingga terjadi salah penangkapan dalam pengertian Dakwah.
Pengembangan komunikasi Dakwah di mulai dengan perbaikan komunikasi dari berbagai macam hambatan yang menimpanya. Seperti telah di uraikan terdahulu bahwa komunikasi mengalami gangguan karena berbagai sebab,dan sebab-sebab dan hambatan itulah yang harus di cegah atau di singkirkan.











BAB IV
PENUTUP

A.    KESIMPULAN

Istilah komunikasi atau communication berasal dari bahasa latin, yaitu communication yang berarti berbagi atau menjadi milik bersama. Kata sifatnya communius yang bermakna umum atau bersama-sama dengan demikian komunikasi menurut lexicografer (Ahli kamus bahasa) menunjuk pada suatu upaya yang bertujuan berbagi untuk mencapai kebersamaan.
Secara harfiah dakwah merupakan masdar dari fi’il ( kata kerja ) da’a, yad’u, da’watan yang berarti mengajak, meyeru, memanggil, dan mengundang. Dalam kajian ini, wacana dibatasi pada makna dakwah yang berkaitan dengan tugas nabi Muhammad sebagai da’i atau sahib al- dakwah.
                     Komunikasi global atau komunikasi internasional sebagai satu lapanga studi muncul pada abad ke-20, terutama setelah perang dunia edua dan measuki perang dingin.suasana yang menyebabkan tumbuhnya kajan komunikasi internasional,yaitu:
a.       Adanya konflik, perang dan penggunaan propaganda internasional.
b.      Perkembangan organisasi-organisasi dan diplomasi internasional.
c.       Penyebaran ideologi dan penggunaan komunikasi dan menyebarkan pesan-pesan ideologi.
d.      Perkembangan teknologi komunikasi yang semakin canggih.
Dalam komunikasi yang kaitannya dengan Dakwah disini terdapat hambatan-hambatan dalam berdakwah di antaranya adalah sebagai berikut:
a.       Hambatan proses.
b.      Hambatan fisik.
c.       Hambatan semantic,dan
d.      Hambatan psiko social.



B.     PENUTUP

Ini adalah bagian terakhir dari makalah yang kami susun, kami selaku penyusun telah berusaha untuk membuatnya dengan kemampuan kami yang terbatas. Kami berterima kasih kepada dosen pembimbing yang telah senantiasa mendampingi kami dalam pembuatan makalah ini, dan sekiranya dalam makalah ini masih ada kekurangan kami selaku penyusun memohon kritik dan sarannya yang membangun, agar makalah ini dapat berkembang lebih baik. 
               Sekian dari kami, semoga apa yang telah kita baca dari makalah ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca pada umumnya dan bagi penyusun khususnya. Amiin...




























DAFTAR PUSTAKA


v  Hielmy,irfan.Dakwah bil-hikmah.2002.yogyakarta.mitra pustaka.
v   Departemen pendidikan nasional.KBBI.2007.jakarta.balai pustaka.
v  Muhtaram,zaini.Dasar-dasar managemen Dakwah.1996.yogyakarta.kurnia Kalam Semesta.
v  Basit,Abdul.wacana Dakwah kontemporer.2006.yogyakarta.STAIN porwokerto.



[1]  Hielmy,irfan.Dakwah bil-hikmah.2002.yogyakarta.mitra pustaka.hal.9


2 Departemen pendidikan nasional.KBBI.2007.jakarta.balai pustaka.hal.232
[3] Ibid.hal.591.
[4] Zaini muhtarom.Dasar-dasar managemen Dakwah.1996.yogyakarta.kurnia Kalam Semesta.hal.88-89.   
[5] Op cit. hal.92
[6] Abdul basit.wacana Dakwah kontemporer.2006.yogyakarta.STAIN porwokerto.hal.215
[7] Op cit. hal. 93-94
[8] Ibid.hal.100-101
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

0 komentar:

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)

Sponsored

  • banners
  • banners
  • banners
  • banners

Blog Archive

  • ▼  2013 (27)
    • ▼  April (27)
      • makalah Ilmu Komunikasi.
      • makalah sejarah dakwah
      • makalah psikologi
      • makalah hadist
      • makalah komunikasi
      • komunikasi kontemporer
      • makalah ilmu dakwah
      • makalah dakwah abbasiyah
      • makalah bahsul kutub
      • tugas PROSES PENERBITAN PERS (ngliput berita)--> (5)
      • makalah proses penerbitan pers(5)
      • makalah Sistem Informasi Manajemen Dakwah (5)
      • makalah kewirausahaan(5)
      • kewirausahaan (PROPOSAL KERJA) --> (5)
      • makalah hukum dan etika media massa (5)
      • makalah filsafat dakwah --> tantangan dakwah (5)
      • makalah filsafat dakwah - at-tiin (5)
      • makalah Hadist (5)
      • makalah tafsir (4)
      • makalah sosiologi (4)
      • makalah Rijalud Dakwah (4)
      • makalah logika (4)
      • makalah kewarganegaraan (4)
      • makalah filsafat umum (4)
      • makalah psikologi dakwah (3)
      • makalah ushul fiqh (3)
      • makalah tafsir (3)
  • ►  2012 (2)
    • ►  November (2)

Followers

 

© 2010 My Web Blog
designed by DT Website Templates | Bloggerized by Agus Ramadhani | Zoomtemplate.com